Saturday, August 26, 2017



UNIT MASUKAN DAN KELUARAN PADA SISTEM KOMPUTER 



UNIT MASUKAN DAN KELUARAN Sistem Komputer


Sistem komputer memiliki tiga komponen utama, yaitu : CPU, Memory (primer & sekunder), dan peralatan masukan/keluaran (I/O) seperti printer, monitor, keyboard, mouse dan modem. Dalam menjalankan fungsinya sebagai masukan dan keluaran diperlukan modul I/O. Modul I/O merupakan peralatan antarmuka ( interface ) bagi sistem bus atau switch sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat periperhal. Modul I/O tidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara perperhal dan bus komputer. Ada beberapa alasan kenapa tidak langsung dihubungkan dengan bus komputer yaitu:

1.Bervariasinya metode operasi piranti periperhal, sehingga tidak praktis apabila sistem komputer harus menangani berbagai macam sistem operasi periperhal tersebut.
2.Kecepatan transfer data piranti periperhal umumnya lebih lambat daripada laju transfer data pada CPU
3.Format dan panjang data pada piranti periperhal seringkali berbeda dengan CPU, sehingga  perlu modul untuk menselaraskannya. Dari beberapa alasan diatas, modul I/O memiliki 2 buah fungsi utama, yaitu :
Hasil gambar untuk sistem input output
1.Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori melalui bus sistem.
2.Sebagaimana piranti antarmuka dengan peralatan periperhal lainnya menggunakan link data tertentu.

Sistem Masukan dan Keluaran Komputer
Bagaimana modul I/O dapat menjalankan tugasnya, yaitu menjembatani CPU dan memori dengan dunia luar merupakan hal terpenting untuk kita ketahui. Inti mempelajari sistem I/O komputer adalah mengetahui fungsi dan struktur kerja modul I/O. Gambar 1. model generik dari suatu modul I/O

Sistem I/O ( Input/Output )
Sistem komputer terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras dan perangkat lunak harus bekerja bersama-sama membentuk suatu sistem, yaitu sistem komputer. Perangkat I/O dapat dibagi secara umum menjadi dua kategori, yaitu : 
1.) Perangkat blok (block devices). 
2.) Perangkat karakter (character devices). Perangkat blok menyimpan informasi dalam sebuah blok yang ukurannya tertentu dan memiliki alamat masing-masing. Umumnya blok berukuran antara 512 bytes - 32768 bytes. Keuntungan dari perangkat blok ini ialah mampu membaca atau menulis setiap blok secara independen. Disk merupakan contoh perangkat blok yang paling banyak digunakan. Perangkat karakter mengirim atau menerima sebaris karakter, tanpa menghiraukan struktur blok. Tipe ini tidak memiliki alamat dan tidak memiliki kemampuan mencari (seek). Printer dan antarmuka jaringan merupakan contoh perangkat jenis ini. Pembagian ini tidaklah sempurna. Beberapa perangkat tidak memenuhi kriteria tersebut. Contohnya : clock yang tidak memiliki alamat dan juga tidak mengirim dan menerima barisan karakter. Yang dilakukan hanya menimbulkan interupsi dalam jangka waktu tertentu.

Fungsi Modul Input/Output
Modul I/O adalah sebuah komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas  pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab juga terhadap  pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun register-register dalam CPU. Dalam mewujudkan fungsi tersebut, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi-fungsi pengontrolan. Dua fungsi utama Modul I/O ialah :
Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori melalui bus sistem.

Sebagai piranti antarmuka dengan peralatan peripheral lainnya dengan menggunakan link data tertentu Fungsi dalam menjalankan tugas, modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

Kontrol dan pewaktuan

Komunikasi CPU

Komunikasi dengan perangkat eksternal

Pem-buffer-an data

Deteksi kesalahan Fungsi kontrol dan pewaktuan (control & timming ) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing-masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer data yang beragam, baik dengan perangkat internal seperti register-register, memori utama, memori sekunder, perangkat periperhal. Proses tersebut bisa  berjalan apabila ada fungsi kontrol dan pewaktuan yang mengatur sistem secara keseluruhan. Contoh kontrol pemindahan data dari periperhal ke CPU melalui sebuah modul I/O meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1.Permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari CPU ke modul I/O.
2.Modul I/O memberikan jawaban atas permintaan CPU tersebut.
3.Apabila perangkat eksternal telah siap untuk transfer data, maka CPU akan mengirimkan  perintah ke modul I/O
4.Modul I/O akan menenrima paket data dengan panjang tertentu dari periperhal.
5.Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan seinkronisasi panjang data dan kecepatan transfer oleh modul I/O sehingga paket-paket data dapat diterima CPU dengan  baik.

Transfer data tidak akan lepas dari penggunaan sistem bus, maka interaksi CPU dan modul I/O akan melibatkan kontrol dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus atau lebih. Ada fungsi komunikasi antara CPU dan modul I/O meliputi proses-proses berikut ini :
Command Decoding,
 yaitu modul I/O menerima perintah-perintah dari CPU yang dikirimkan sebagai sinyal bus kontrol. Misalnya, sebuah modul I/O untuk disk dapat menerima perintah : Read sector, Scan Record ID, Format disk.
Data
 pertukaran data antara CPU dan modul I/O melalui bus data.
Status Reporting,
yaitu pelaporan kodisi status modul I/O maupun perangkat periperhal, umumnya berupa status kondisi busy atau ready. Juga status bermacam-macam kodisi kesalahan (error ).
Address recognition,
 bahwa peralatan atau komponen penyusun komputer dapat dihubungi atau dipanggil maka harus memiliki alamat yang unik, begitu pula pada perangkat  periperhal, sehingga setiap modul I/O harus mengetahui alamat periperhal yang dikontrolnya Pada sisi modul I/O ke perangkat periperhal juga terdapat komunikasi yang meliputi komunikasi data, kontrol maupun status. Gambar 2. Skema suatu perangkat periperhal Fungsi selanjutnya adalah
buffering. 
·            -Tujuan utama buffering adalah mendapatkan  penyesuaian data sehubungan perbedaan laju transfer data dari perangkat periperhal dengan kecepatan pengolahan pada CPU . Umumnya laju transfer data pada dari perangkat periperhal lebih lambat dari kecepatan CPU maupun media penyimpanan. Fungsi terakhir adalah deteksi kesalahan. Apabila pada perangkat periperhal terdapat masalah sehingga proses tidak dapat dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan kesalahan tersebut. Misalnya informasi pada periperhal printer seperti: kertas tergulung, kertas habis, tinta habis, dan lain-lain. Teknik yang umum untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bit  paritas. 
 Hasil gambar untuk sistem input output


Struktur Modul Input/Output
Terdapat berbagai macam modul I/O seiring perkembangan komputer itu sendiri, contoh yang sederhana dan fleksibel adalah intel 8255A yang sering disebut PPI (Programmable Periperhal Interface). Bagaimanapun komplesitas suatu modul I/O terdapat kemiripan struktur. Antarmuka modul I/O ke CPU melalui bus sistem komputer terdapat tiga saluran, yaitu saluran data, saluran alamat dan saluran kontrol. Bagian terpenting adalah blok logika I/O yang berhubungan dengan semua peralatan antarmuka peripheral , terdapat fungsi pengaturan dan switching pada blok ini.




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

loading...

- Copyright © ACP ( Materi TKJ) - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -